Di artikel sebelumnya, sudah dibahas tentang digital funnel yang menurut gw penting untuk memastikan effort kita di digital bisa membuahkan hasil. Masalanya, sama seperti brand funnel, digital funnel ini juga hanyalah sebuah alat monitoring. Sukses tidaknya digital campaign bisa dilihat dari funnel ini, tapi tidak ditentukan dari funnel ini, melainkan isi dari campaign lah yang menentukan kesuksesannya.

Nah, kalo gw nyebut isi dari campaign itu dengan kata β€˜konten’. Ga cuma artikel atau video ya, tapi semua yang ada didalam campaign itu – ini lebih ke term gw pribadi sih. Pertanyaannya, konten seperti apa yang bisa bikin digital campaign kita sukses? Jawabannya adalah tergantung, karena beda stage funnel beda juga konten yang diperlukan. Untuk sebuah brand yang masalahnya ada di fase Attract jelas beda konten yang diperlukan dengan brand yang masalahnya ada di fase Sustain (cek artikel sebelumnya untuk pembahasan detail tentang digital funnel ini). Artinya, adalah buang duit kalau selama ini kita selalu fokus di konten Attract, sedangkan ternyata permasalahan kita bukan di fase itu. Selain mubazir, bisa karir kita juga yang jadi taruhannya. So, mari kita bahas konten yang tepat untuk setiap fase digital funnel:

  • Attract: Sesuai objectivenya yaitu untuk membuat konsumen tau tentang digital platform kita, maka konten di fase ini biasanya mengutamakan reach yang besar (iya iya, kan udah ada di artikel sebelumnya). Eh tapi tunggu dulu, konten yang dimaksud bukan iklan ya! Yang gw maksud disini adalah lebih ke konten yang relevan dengan target konsumen kita, bisa berbentuk artikel ataupun video. Bukan tentang produk, tapi tentang interest target konsumen kita. Misal kita jualan alat olahraga, berarti target konsumennya adalah mereka yang suka olahraga, nah mungkin artikel atau video tentang tips olahraga yang paling efektif yang bisa menarik perhatian mereka. Buat gw pribadi, digital marketing itu kaya membangun pertemanan, jadi harus softsell banget. Yang penting kita kasih manfaat dulu, sampe audience nya nyaman, baru dikit-dikit diselipin jualan.
  • Engage: Di fase ini, mereka udah mampir ke platform kita, maka, pakem dari konten disini adalah; JANGAN SAMPE LEPAS !! Artinya, kita harus provide konten yang bikin mereka betah di platform kita dan mau balik lagi. Sesuai dengan namanya, biasanya konten yang dipakai adalah aktivitas engagement, biasanya berbentuk aktivitas yang interaktif. Contoh untuk jualan produk olahraga diatas, mungkin bentuk konten engagement nya adalah program olahraga interaktif, digital personal trainer, atau alat ukur performa olahraga target audience nya.
  • Sustain: Ketika mereka udah nyaman di platform kita, saatnya kita buat mereka loyal, karena di fase inilah kemungkinan mereka untuk di convert ke penjualan mulai terbuka. Konsep dari konten di fase ini adalah apapun yang bisa buat mereka selalu balik dan balik lagi ke platform kita (secara organic). Biasanya berbentuk CRM, aktivitas yang kalau dijalankan audience secara berkelanjutan akan kasih benefit tersendiri buat mereka. Misal, untuk contoh diatas, kalau mereka register program olahraganya, dan mereka update terus progressnya, maka tiap minggu mereka akan mendapatkan poin yang bisa di redeem jadi hadiah di bulan ke 3. Dari yang gw liat, CRM ini masih paling efektif, karena kita orang Indonesia, cinta hadiah! πŸ˜€

Setelah mereka loyal dan join program CRM nya, coba hubungkan program CRM ini dengan aktivitas kita di on-ground, which disana kita bisa mulai tawarin produk dan convert mereka ke product trial. Product trial = jualan = duit = profit! Ketika ini sudah terjadi, maka terjadilah yang dinamakan digital marketing membuahkan profit.

Oiya, terkait konten, selalu pikirin yang namanya scalability. Apapun yang kita lakukan akan semakin murah cost per contact nya kalau reach nya makin besar (yaiyalah).. Makanya, pikirin gimana caranya konten kita bisa viral, ga konten attract, tapi semua konten kita! Kalo udah viral, cost per reach makin kecil, potensi konversi ke trial makin tinggi, ROI pun akan semakin baik.

So, to do list hari ini : cek digital funnel kita, liat masalahnya ada di fase mana, dan pastikan fokus konten yang kita buat berikutnya udah sesuai dengan yang kita butuhkan. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s