Perbandingan sama media tradisional udah dibahas, strategi besarannya juga udah dibahas, sekarang kita masuk ke bahasan yang agak teknis tapi ga kalah penting sama dua bahasan sebelumnya; 5 Tips untuk Iklan Digital yang lebih efektif & Efisien!

Gw akan coba paparkan tips berurutan dari mulai planning sampai dengan evaluasi campaign. Kalo ada tips penting yang kelewat jangan ragu buat tulis di kolom komentar dibawah, atau kasih info lewat Instagram @anakbrand_id !

Ok, mari kita mulai.

Perhatikan Frekuensi Iklan!

Mulai dari fase planning, jangan hanya focus ke channel media mana yang mau dipake, targetin berapa orang, dll. Sama kaya ngiklan di TV, penting juga buat mikirin frekuensi yang tepat untuk mastiin si audience bisa inget iklan yang dia liat, bahasa kerennya ‘ads recall’.

Pertimbangkan momen si audience waktu liat iklan kita, pertimbangkan juga ukuran iklan atau treatment munculnya si iklan, akan sangat berpengaruh ke kebutuhan frekuensinya.

Perhatikan Konten yang Diiklankan!

Terkait konten iklan, ada dua tips penting. Pertama, perlu diingat kalau iklan media digital akan muncul di layar yang jauh lebih kecil kalau dibandingin TV atau billboard. Artinya, kontennya gabisa disamain! Gabisa tuh pake materi iklan yang banyak text nya, karena mungkin ga akan kebaca. Gabisa juga tuh pake materi iklan yang kontennya padet, bisa jadi malah bikin si audience hilang focus. Menurut gw untuk media digital baiknya pake materi yang simple, yang penting message nya jelas tersampaikan. Kombinasikan visual dan teks sederhana buat menyampaikan message ini.

Kedua, dari pengalaman gw, akan lebih efektif kalo materi iklan kita sesuai dengan interest si audience. Daripada targetin audience hanya berdasarkan umur dll, akan lebih baik kalo kita masukin variable interest juga. Pasang beberapa iklan dengan target interest berbeda, dan jangan lupa sesuaikan materi iklannya!

Jadi, dengan key message utama yang sama, kita pasang beberapa iklan dengan tema berbeda. Contoh sederhana, untuk audience yang suka otomotif materi iklannya bergambar otomotif. Untuk mereka yang suka sport materi iklannya bergambar elemen olahraga. Untuk mereka yang suka music materi iklannya bertema music juga. Walaupun key message nya sama buat jualan produk yang sama, permainan analogi biasanya dipakai disini.

Perhatikan Kualitas Landing Page!

Sebagai audience, gw paling benci kalo nemu iklan menarik tapi pas di klik nyampe nya di informasi yang ga ada hubungannya. So, sebagai pengiklan, wajib hukumnya buat pastiin kalau si landing page bener-bener memenuhi janji yang dijual di materi iklan. Selain relevansi konten, penting juga buat pastiin si landing page menarik jadi si audience mau explore lebih jauh ga cuma mendarat sekejap terus loncat lagi.

Jangan Terkecoh Cost per Reach atau Cost per Click !

Beres fase pemasangan iklan masuklah kita ke fase review. Yang paling lumrah dilakukan adalah melihat efisiensi iklan dari sisi Cost per Click, Cost per Reach, dll. Ga salah sih, tapi pertanyaan gw : apa tujuan utama kita pasang iklan? Buat reach orang? Buat orang click iklan kita? Atau ada yang lain?

Menurut gw, tujuan utama kita pasang iklan kebanyakan adalah untuk build awareness. Jadi, daripada pake variable diatas, jauh lebih relevan kalo kita liat efisiensi dari Cost per Awareness. Betul bahwa faktornya akan banyak banget (konten, landing page, dll). Tapi artinya, kita akan bisa review iklan kita dengan lebih menyeluruh.

Cost per Reach, Cost per Click, dll itu sendiri bisa dipakai untuk review yang focus ke eksekusi pemasangan iklan.

Perhatikan Duplikasi!

Apalah artinya reach banyak audience kalo ternyata orangnya masih itu-itu aja?

Penting untuk perhatiin level duplikasi audience, dibanding liat angka reach atau impression, better focus ke angka unique reach, unique impression, dll.

Kabar baiknya, sekarang udah ada teknologi yang bisa bantu kita nurunin level duplikasi, jadi dengan tools ini, semacam kita bisa targetin audience secara lebih  mendetail, bisa atur frekuensi secara lebih tepat, ketauan siapa yang udah liat sekali, dua kali, dll.

Kabarnya sih ada beberapa tools sejenis ini, Sismec dan DSP adalah salah dua contohnya. Jangan kaget kalau kita perlu gabungin beberapa tools buat dapet fungsi yang lebih tajem. Tertarik? Monggo bicara lebih jauh dengan ahlinya.

Demikianlah tips utama ngiklan di media digital yang berhasil gw inget, semoga bermanfaat!

Next, kita bahas tradisional media secara lebih mendalam.

Nantikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s