NPD : Kenapa harus terus develop produk baru?

Kerjaan anakbrand itu ga cuma mencari pelajaran dari masa lalu (review) atau hanya mempersiapkan aktivitas jangka pendek (campaign), tapi juga harus membangun strategi jangka panjang untuk keberlangsungan brand yang dipegang. Sekarang ngerti kan kenapa anakbrand kerjaannya banyak? Hhahaha.

Anyway, strategi jangka panjang ini bisa dalam bentuk yang berbeda-beda, salah satu yang sangat penting adalah New Product Development (NPD).

Kenapa ini penting?

Inget dalam teori dasar marketing ada yang namanya Product Life Cycle, menjelaskan begitu atraktifnya sebuah produk di fase awal launching, kemudian berkembang dengan konsumennya yang semakin banyak, sampai datang waktunya konsumen mulai bosan dan mencari sensasi baru (mature phase). Ketika fase ini datang dan kita ga siap, otomatis konsumen akan mulai melirik brand lain yang menawarkan sensasi baru dengan produknya, masalahnya, proses NPD ini ga sesederhana itu, akan terlambat kalau kita baru develop produk baru ketika udah sampai di fase mature. So, penting untuk melakukan NPD ini dari jauh hari untuk memastikan keberlangsungan brand kita dimasa yang akan datang.

Apa aja yang termasuk kedalam NPD?

Ga cuma proses pembuatan produk yang benar-benar baru, tapi segala sesuatu yang menimbulkan perubahan di produk atau pack bisa di perhitungkan sebagai NPD. Artinya, sekedar perubahan racikan bahan baku, perubahan materi dasar packaging, sampai dengan pembuatan produk yang bener-bener baru termasuk kedalam NPD.

Apakah NPD dilakukan hanya karena Product Life Cycle?

Jawabannya engga! Kalo kalian inget di artikel sebelumnya tentang finance – Profit & Loss Statement, sempet dibahas kalau ada scenario dimana si anak brand ga bisa ngurangin budget campaignnya sehingga harus melakukan efisiensi di proses produksi produknya untuk mendapatkan margin positif. Proses pencarian dan aplikasi efisiensi ini juga termasuk kedalam NPD, karena sesuai teori diatas, menimbulkan perubahan di product atau pack. Kebayang lah ya kasus lainnya yang termasuk kedalam NPD ?

Bagaimana proses aktivitas NPD ?

Tergantung seberapa kompleks dan seberapa besar impact nya terhadap experience konsumen. Maksudnya?

Misal, develop produk yang bener-bener baru, atau perubahan dari produk sekarang yang jelas akan terasa oleh konsumen akan membutuhkan proses validasi yang lebih matang untuk memastikan perubahan ini ga akan berpengaruh negative terhadap kepuasan konsumen. Sedangkan perubahan yang ga signifikan akan membutuhkan proses yang lebih sederhana. Bingung? Nanti gw akan bahas proses NPD biar lebih kebayang maksud dari penjelasan diatas.

Siapa yang bertanggungjawab terhadap aktivitas NPD ini?

Kalo bicara tanggungjawab, ujung-ujungnya anakbrand lagi orangnya, karena seperti yang dijelaskan sebelumnya anakbrand bertanggungjawab terhadap semua hal yang berkaitan dengan keberlangsungan brand ini. Tapi, orang yang ikut berperan ga cuma anakbrand doang, akan ada orang manufacture (product & packaging specialist), orang research, dan pastinya finance dan fungsi-fungsi lain yang juga turut serta, tergantung seberapa besar scope dari project NPD ini.

Berapa lama sih biasanya sebuah project NPD berlangsung ?

Jawabannya juga tergantung seberapa kompleks scope nya atau seberapa krusial output yang dihasilkan. Gw pernah pegang project NPD yang 3-6 bulan udah launching, pernah juga pegang project NPD yang sampe 3 tahun lebih baru launching. Bahkan gw pernah jadi saksi liat project NPD yang sampe dua generasi ganti karyawan baru launching. Ko bisa gitu? Akan gw jelaskan sekalian dengan proses NPD di artikel setelah ini.

So, udah ada gambaran kan tentang apa itu NPD? Buat yang suka nanya gw ngapain kalo posting lagi di pabrik, atau mempertayakan kenapa gw ngelakuin approval product atau packaging, materi NPD ini adalah jawabannya. Nanti akan lebih terjelaskan lagi kalau approval-approval itu adalah bagian dari rangkaian proses yang panjang, terjelaskan seberapa pentingnya proses itu, dan apa impact nya kalo gw melakukan kesalahan disitu.

Makin penasaran? Tunggu artikel berikutnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: