Proses Utama New Product Development

Sesuai janji di artikel sebelumnya, sekarang gw akan bahas proses New Product Development yang tepat berdasarkan pengalaman gw pegang project NPD di beberapa perusahaan tempat gw bekerja. Biar lebih lengkap, untuk pembahasan ini gw akan ambil project development produk yang bener-bener baru sebagai contohnya, karena terhitung paling kompleks dan mencakup keseluruhan proses NPD. Project jenis lain yang lebih kecil biasanya mengambil beberapa proses dari keseluruhan proses development produk baru ini.

Mari kita mulai..

CONSUMER INSIGHT IDENTIFICATION

Sama seperti kerjaan anakbrand lainnya, semua pasti balik lagi berkiblat ke target konsumen. Dalam hal ini, ketika kita akan develop produk baru, hal yang pertama harus dilakukan adalah mengidentifikasi kebutuhan mereka.

Di fase ini anakbrand akan bongkar-bongkar data konsumen yang udah ada, baik itu data internal atau data eksternal yang berkaitan, bahkan bisa juga kita bikin research baru secara spesifik. Analisanya ga jauh dari apa yang konsumen rasakan kurang dari produk-produk sejenis yang saat ini tersedia di pasaran sehingga bisa ketauan produk seperti apa yang mereka mau di kemudian hari.

Informasi ini terkadang sudah spesifik, tapi bisa juga cukup generic sehingga kita perlu kawinkan lagi dengan kemampuan inovasi kita untuk melihat apa yang bisa kita lakuin buat menjawab keinginan mereka.

OPPORTUNITY VALIDATION

Proses ini adalah tentang perhitungan Size of Cake, atau seberapa besar market yang bisa kita sasar dengan produk yang akan kita buat. Apakah bisa jadi mass product? Atau niche?

Selain direct target consumer (Source of Business) jangan lupa pertimbangkan juga indirect target consumer nya. Apakah itu indirect target consumer? Mereka adalah konsumen yang bisa jadi bukan pengkonsumsi product sejenis tapi memiliki ketertarikan yang sama terhadap output akhir dari product ini. Misal, produk Ice Cream bisa jadi ga hanya menargetkan konsumen Ice Cream, tapi juga konsumen pecinta cemilan manis lainnya.

Identifikasi ini ga hanya untuk analisa kelayakan bisnis, tapi juga akan berpengaruh ke penentuan USP (Unique Selling Proposition) nantinya saat development campaign message.

BUSINESS CASE DEVELOPMENT

Setelah ketauan potensinya sebesar apa, di fase ini kita akan kawinkan dengan aspek finansial. Mulai dihitung investment yang dibutuhkan mulai dari alat produksi baru, sampai dengan budget campaign yang dibutuhkan untuk menyasar target konsumen diatas.

Output dari fase ini adalah ROI, BEP, atau alat analisa finansial lain yang menggambarkan seberapa cepat dan seberapa besar ide baru ini bisa menguntungkan perusahaan. Gross Margin yang dibahas di artikel sebelumnya juga tentunya jadi bagian dari perhitungan ini.

PROJECT PLANNING

Setelah mendapatkan lampu hijau, mulailah kita merencanakan project development ini secara lebih mendetail. Project scope akan diturunkan menjadi aktivitas-aktivitas development yang dibutuhkan, apa aja step nya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk setiap prosesnya, siapa aja yang akan ikut berkontribusi dalam project ini, dan sebagainya.

Project planning ini penting untuk melihat aktivitas apa aja yang saling berkaitan, mana yang bisa dilakukan bersamaan dan mana yang harus dilakukan berurutan. Akan terlihat juga aktivitas mana yang harus kita percepat untuk mencapai target waktu launching yang diinginkan.

Setelah semua matang, akan dilakukan Kick-off Meeting dimana semua orang yang berhubungan dengan project ini akan duduk bareng untuk membahas keseluruhan project, memastikan semuanya memiliki pemahaman yang sama.

INTIAL DEVELOPMENT

Setelah Kick-off Meeting, maka aktivitas development mulai dilakukan. Di fase ini biasanya akan dibuat beberapa option product atau packaging yang sesuai dengan consumer insight yang sudah diidentifikasi sebelumnya. Alat-alat produksi baru mulai di order, konsep-konsep komunikasi juga mulai dirumuskan sesuai dengan prototype yang dibuat.

Output dari fase ini adalah beberapa set prototype (product, pack, dan comms) yang berbeda namun sama-sama menjawab kebutuhan konsumen dimasa depan.

CONCEPT VALIDATION

Beberapa prototype diatas kemudian akan di tes menggunakan research yang sesuai. Inget tentang Qualitative dan Quantitative research? Itu yang kita lakukan.

Mulai dari Qualitative untuk melihat level penerimaan dan feedback konsumen terhadap prototype yang dibuat, sampai dengan Quantitative research untuk melakukan validasi terhadap total offer dan melihat potential sales yang bisa diraih.

Hasil validasi ini juga nantinya akan menjadi dasar untuk melakukan finalisasi sales forecast, distribution plan, sampai dengan launch campaign plan.

FINALIZATION

Di fase ini tim development akan melakukan improvement final terhadap prototype yang menang di stage validasi sebelumnya, semua berdasarkan feedback konsumen yang diberikan dalam research tersebut.

Terakhir, akan dilakukan tes produksi untuk memastikan prototype ini bisa diproduksi secara massal dengan kualitas yang baik. Di waktu yang sama, launch campaign yang disiapkan juga mulai memasuki tahap eksekusi, materi komunikasi mulai diproduksi dan siap dipasang di hari launching.

LAUNCH

Setelah hasil tes produksi lolos Quality Control, maka finished goods mulai di distribusikan ke kantor-kantor sales, dan ketika tiba waktunya, produk ini akan mulai diantarkan ke toko-toko, bersamaan dengan pemasangan materi launch campaign sehingga terbentuklah stock build-up dan consumer pull yang diinginkan.

Nah, kan kayanya cukup sederhana nih, terus apa dong yang bikin project NPD bisa berjalan sampe bertahun-tahun?

Jawabannya adalah consumer validation!

Bayangin kita udah bikin beberapa prototype tapi kemudian di proses validasi ga ada satupun option yang diterima konsumen, maka kita harus balik lagi ke fase development. Atau misal ketika produk udah ok, packaging udah ok, tapi ketika digabung konsumen jadi ga suka? Maka harus kita revisi lagi prototype nya sampai kita nemuin total offer yang diterima oleh konsumen.

Tapi ya balik lagi, ketika perubahan yang dilakukan ga berdampak ke konsumen (misal cuma ganti bahan pembungkus yang ga signifikan terlihat) mungkin bahkan kita ga perlu melakukan validasi konsumen. Tapi untuk project produk baru yang investment nya luar biasa, jelas kita harus pastikan konsumen mau beli produk ini.

Menghindari artikel yang terlalu panjang, gw ga bahas proses diatas secara mendetail. Tapi kalo ada pertanyaan, jangan ragu buat tanya di instagram @anakbrand_id.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: